CONTOH RPP SISTEM PENDINGIN KELAS X SEMESTER 2


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)


Mata Pelajaran                          :           Motor Otomotif
Kelas/Semester                         :           X/2
Pertemuan Ke-                          :          
Alokasi Waktu                                       :           96 x 45 Menit
Standar Kompetensi                  :           Pemeliharaan/servis sistem pendingin dan komponen-
komponennya
Kompetensi Dasar                     :           -  Memelihara sistem pendingin dan komponennya
-   Memperbaiki sistem pendingin dan komponennya
-   Membongkar dan memasang sistem pendingin dan komponennya
Indikator                                   :           -  Mengidentifikasi komponen sistem pendingin dan
   fungsinya.
-  Membongkar dan memasang komponen sistem
   pendingin tanpa mengalami kerusakan.


I. Tujuan Pembelajaran               :           Peserta didik mampu membuat alur las diatas logam
dengan las oxy asetilin
II. Materi Ajar                             :          
§     Prinsip kerja sistem pendinginan mesin.
§     Data spesifikasi pabrik
§     Bagian-bagian sistem pendingin dan komponennya yang  perlu dipelihara/ diservis.
§     Langkah kerja pemeliharaan /servis sistem pendingin dan komponennya.
§     Pemeliharaan/servis sistem pendingin dan komponennya yang sesuai dengan SOP, K3, peraturan dan prosedur/ kebijakan perusahaan.
§     Prosedur melepas dan me-masang sistem pendingin dan komponennya
§                  
III.Metode Pembelajaran :           Teori dan Praktek

IV. Langkah-langkah Pembelajaran
A. Kegiatan Awal              :          Penjelasan singkat tentang prinsip kerja, spesifikasi pabrik, komponen, langkah kerja, cara membongkar sistem pendinginan mesin.
B. Kegiatan Inti                :          
§     Mempelajari sistem pendinginan mesin
§     Mempelajari data spesifikasi pabrik
§     Memelihara bagian-bagian sistem pendingin dan komponennya.
§     Mempelajari langkah kerja pemeliharaan /servis sistem pendingin dan komponennya.
§     Memeliharaan/servis sistem pendingin dan komponennya yang sesuai dengan SOP, K3, peraturan dan prosedur/ kebijakan perusahaan.
§     Melakukan prosedur melepas dan memasang sistem pendingin dan komponennya
C.   Kegiatan Akhir            :           Melakukan penilaian hasil pekerjaan siswa


V.  Alat/Bahan/Sumber Belajar   
 Alat                             :          
§     Radiator tester
§     Kunci Ring/pas set
§     Tang/obeng +/-
Bahan                           :          
§     Radiator
§     mobil
Sumber Belajar              :           Buku New Step one

VI.        Penilaian                       :           Penugasan, observasi dan praktek

Masuk Islam, Haruskah Mengganti Nama?

Masuk Islam, Haruskah Mengganti Nama?
Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Pada dasarnya orang yang baru masuk Islam tetap dengan nama ma’rufnya, tidak merubahnya. Merubah nama setelah masuk Islam tidak menjadi tradisi di zaman sahabat Ridhanullah ‘Alaihim. Pada zaman mereka banyak orang masuk Islam dan tetap menyandang nama lamanya. Kecuali nama-nama tersebut memiliki makna kekufuran atau makna yang jelek.
Jika nama orang yang baru masuk Islam tersebut mengandung makna penuhanan atau peribadatan kepada selain Allah seperti ‘Anak Jesus’ atau nama yang menjadi syi’ar agama kafir seperti 'Natalia' (hari kelahiran Jesus), maka wajib menggantinya. Hanya saja proses harus dilakukan dengan hikmah, jangan buru-buru menuntutnya untuk mengganti namanya. Persoalan ini bisa dilakukan nanti-nanti, tidak harus segera sehingga iman orang yang baru masuk Islam tadi kuat.
Adapun nama yang kurang bagus maknanya, secara umum, dianjurkan untuk menggantinya dengan nama yang indah dan punya makna yang bagus. Namun ini tidak wajib. Seperti nama Prihatinah dirubah menjadi Mubarokah (diberkahi), Masruroh, atau semisalnya. Ini berlaku bagi yang baru masuk Islam atau yang sudah Islam sejak lahir. Wallahu A’lam. [PurWD/voa-islam.com]
* Ket Gambar: Mike Clercx, Pemuda berkebangsaan Belanda mengucapkan syahadat pada 29 Juli 2011.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2014/09/10/32770/masuk-islam-haruskah-mengganti-nama/#sthash.y7tqXrMF.dpuf













Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Pada dasarnya orang yang baru masuk Islam tetap dengan nama ma’rufnya, tidak merubahnya. Merubah nama setelah masuk Islam tidak menjadi tradisi di zaman sahabat Ridhanullah ‘Alaihim. Pada zaman mereka banyak orang masuk Islam dan tetap menyandang nama lamanya. Kecuali nama-nama tersebut memiliki makna kekufuran atau makna yang jelek.
Jika nama orang yang baru masuk Islam tersebut mengandung makna penuhanan atau peribadatan kepada selain Allah seperti ‘Anak Jesus’ atau nama yang menjadi syi’ar agama kafir seperti 'Natalia' (hari kelahiran Jesus), maka wajib menggantinya. Hanya saja proses harus dilakukan dengan hikmah, jangan buru-buru menuntutnya untuk mengganti namanya. Persoalan ini bisa dilakukan nanti-nanti, tidak harus segera sehingga iman orang yang baru masuk Islam tadi kuat.
Adapun nama yang kurang bagus maknanya, secara umum, dianjurkan untuk menggantinya dengan nama yang indah dan punya makna yang bagus. Namun ini tidak wajib. Seperti nama Prihatinah dirubah menjadi Mubarokah (diberkahi), Masruroh, atau semisalnya. Ini berlaku bagi yang baru masuk Islam atau yang sudah Islam sejak lahir. Wallahu A’lam. [PurWD/voa-islam.com]
* Ket Gambar: Mike Clercx, Pemuda berkebangsaan Belanda mengucapkan syahadat pada 29 Juli 2011.